(see below for bahasa)

 Realize or not, start from baby our parent teaches us about the target. We can not remember for sure, for example, how many bottle of milk we have to drink everyday?

When we studied in elementary school, we had to finish in 6 years, junior high in 3 years and senior high in 3 years also, then in university, its depend on us, means it has a target but more flexible, say between 4 – 6 years.

And now when we work with a company, our superior set the target for us, no matter the position, even when we already in president director position, we have to face that setting a target is mandatory in a company. If we are the owner, target setting is needed to promote your products or services in market, coz if we do not get any profit, how we can pay the employee’s salary? How to pay bank loan? Etc…

If we are a manager in a company, we have to realize that we work with some person, they may come from the same department or other departments. Let’s focus in one department, how to set the target.

Nobody perfect in this world, we can not solve all the problems by ourselves. We have a small or big team in our department. We need to learn to know each other. Why? When we set a target in our department to support the company goals, we need to know the strength of our team. Every single target has a risk, even the simple one. Maybe it will not impact to our team directly, but maybe will impact to other department.

But in reality, how often we see the target with no risk or low risk? Why it happen? People has a feeling afraid to fail, yes, it is natural. But how do we do to manage or to prevent fail? Sometimes we see an easy target coz the team has a saving from the result of previous term, it called sandbagging. Do we thing this good target setting?

If we do not achieve a target, what will happen?

Some companies which already have a good performance monitoring system, will use the work achievement as a bottom line to set the salary increment. This is the most reason that many person or group will set the target which may achieved at the end of company working calendar. Then the target will created not too challenging, coz we afraid to fail, we do not want to face a big risk, which is small %-age of salary increment.

Do we think we never fail in our lives?

Did we always get 100 or A point in our test during we studied.

Don’t forget, learning process will never stop for someone who wants to improve their skill. Experiences is our learning process, when we miss the target, also our learning process, mistakes will teach us to be better, is a learning process, to face the risk, is another way as a learning process.

How about this, we set an easy target (say improvement 5%) but we sure to get 9% at the end of working calendar or we set quite challenging target, about 20% but we can achieve 18% at the end of working calendar? Which one will we decided?

 

Menentukan sebuah Target

Disadari atau tidak, sejak kita masih bayi orang tua kita telah mengajarkan pada kita tentang target. Tentu kita tidak ingat, sebagai contoh, berapa botol susu kita minum setiap harinya? Ketika kita belajar di SD, kita harus menyelesaikan selama 6 tahun, di SMP selama 3 tahun, di SMA selama 3 tahun dan kemudian di university, tergantung kita, maksudnya ada sebuah target tetapi lebih fleksibel, katakanlah berkisar 4 – 6 tahun.

Dan sekarang ketika kita bekerja pada sebuah perusahaan, atasan kita membuat target untuk kita, tidak terbatas pada posisinya, bahkan ketika kita sudah dalam posisi presdir, kita harus menghadapi bahwa setting target adalah suatu keharusan pada sebuah perusahaan. Jika kita pemilik, penentuan target juga dibutuhkan untuk mempromosikan produk atau jasa perusahaan pada pangsa pasar, karena jika jika kita mendapatkan keuntungan, bagaimana membayar gaji karyawan? Bagaimana membayar pinjaman bank? Dll…

Jika kita seorang manager pada sebuah perusahaan, kita harus menyadari bahwa kita bekerja dengan beberapa orang, dan mereka bisa berasal dari departemen yang sama atau beberapa departemen yang berbeda. Mari kita fokuskan pada satu departemen saja, bagaimana menentukan sebuah target.

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, kita tidak dapat menyelesaikan semua permasalahan oleh diri kita sendiri. Kita memiliki team kecil atau besar dalam departemen kita. Kita dibutuhkan untuk belajar satu sama lain. Mengapa? Ketika kita menentukan sebuah target pada departemen kita untuk mendukung target perusahaan, kita diminta untuk mengetahui kekuatan dari team kita. Setiap target yang ditentukan mempunyai resiko yang berbeda2x, bahwa target yang mudah. Mungkin dampaknya tidak pada team kita secara langsung, tapi berdampak pada departemen lain.

Tetapi pada kenyataannya, seberapa sering kita melihat bahwa penentuan sebuah target tanpa ada resiko atau resikonya rendah? Kepana ini terjadi? Manusia mempunyai perasaan takut untuk gagal, ya, ini biasa. Tetapi bagaimana kita mengatur atau mencegah hal ini terjadi? Kadang2x kita melihat sebuah target yang mudah karena team tersebut sudah mempunyai tabungan dari hasil periode sebelumnya, hal ini biasa disebut kantung cadangan. Apakah kita mengira hal ini adalah suatu contoh yang baik untuk menentukan sebuah target?

Jika kita mencapai sebuah target, lalu apa yang akan terjadi?

Beberapa perusahaan yang sudah menerapkan system pencatatan kinerja yang baik, akan menggunakan hasil kerja sebagai dasar untuk menentukan angka kenaikan gaji karyawan. Ini adalah alasan terbesar dimana banyak karyawan akan menentukan target yang mungkin bisa tercapai pada akhir atau tutup tahun calendar kerja perusahaan. Kemudian target akan ditentukan kurang atau tidak menantang, karena kita takut gagal, kita tidak mau berhadapan dengan sebuah resiko yang besar yaitu kenaikan gaji yang kecil.

Apakah kita mengira kita tidak pernah gagal dalam perjalanan hidup kita?

Apakah kita selalu mendapatkan nilai 100 atau A dalam setiap ujian selama kita belajar?

Jangan lupa, proses pembelajaran tidak akan pernah berhenti untuk manusia yang akan memperbaiki keahliannya. Pengalaman adalah bagian dari proses pembelajaran, ketika kita tidak mencapai sebuah target, juga merupakan proses pembelajaran, kesalahan2x akan membantu kita untuk menjadi lebih baik, juga merupakan proses pembelajaran, menghadapi resiko, adalah jalan lain dalam sebuah proses pembelajaran.

Bagaimana dengan ini, kita menentukan sebuah target yang mudah (katakanlah kenaikan  sebesar 5%), tapi kita yakin bisa mendapatkan sebesar 9% pada akhir atau tutup tahun calendar kerja, atau kita menentukan target sedikit lebih menantang, sekitar 20% tapi kita bisa mendapatkan hasil sebesar 18%? Yang mana yang akan kita tentukan?

Advertisements

(see below for bahasa)

 

Who do not want to work in a good company and always achieve target every year. Yes, most people for sure want to work in this kind of company. However, is a good achievement can be seen from end result only? Many factors may connect to the results.

If we review the performance deeply later, when the first time we say, that good performance is come from that good factor, in reality and it may happen, it is not good factor. Do you have this experience? I’m sure, all companies which currently in world class level company, they had this kind of experiences. Feel too confident.

Why this happen?

In working condition, how often we realize that bad working performance happen coz of the data were not accurate, or a system was not supported, or in-efficiency the resources, or other thing which relevant and impact to working performance.

The condition, which we do not realize about the “real performance”, usually, the person or employee is already in Comfort Zone.

What does it mean the comfort zone? How danger the comfort zone?

The comfort zone is an attitude created by a person or group or maybe all persons (in this case is employee in a company), who feel sure and believe that their performance is already close to (or already in) optimum level. Have a feeling already work well, already generate a big output for company and already sacrifice for company. If problem occur, this attitude will guide to the person to say “the problem is not come from me or my team”, and the worst, this attitude will lead to some persons to give bad response for improvement. Already feel the best. The persons do not want to learn, do not want to improve. Feel save, enjoy, like in heaven.

Please remember, even a small problem in a company, there is our problem.

Yes, it is very danger. The person do not know the real war in working area, they just see the final result, usually “good” result. They do not create a good teamwork, selfish, sometime arrogant. If this situation happened, can we imagine about this working environment?

Then, the other bad impact coz of this comfort zone, it’s related to customer satisfaction. In this case, the meaning of customer is the next process, not the end user who uses the products or services.

How about in your working area? Do you find this comfort zone?

If we find this condition in our working area, some of action plans it may taken:

  • Train the person (leadership training, benchmark activities, etc)
  • Coach and counseling
  • Conduct the personality test to see the right man in the right place
  • Give some improvement projects to person and monitored by superior
  • The person must do role model to the team
  • And the last, fire the person (the last choice) – if the person can not leave the comfort zone

God gives us a brain, and as we knew, the genius person like Albert Einstein, only use 1% of his memory brain. How about us? How many % we use our memory brain? So, again, learn, learn, learn… technology is improving, knowledge is developing… people is growing and change.

 

Zona Nyaman

 

Siapa yang tidak ingin bekerja pada sebuah perusahaan yang baik dan selalu mencapai target setiap tahunnya. Ya, kebanyakan orang pasti mau bekerja pada perusahaan tersebut. Tapi apakah sebuah keberhasilan hanya bisa dilihat dari hasil akhir saja ? Tentu banyak faktor yang menentukan untuk mencapai keberhasilannya.

Nah kalau kita menelaah secara mendalam, bisa saja kita menemukan beberapa faktor yang tadinya dikatakan baik yang menyebabkan tercapainya hasil yang baik namun pada kenyataannya dan bisa saja terjadi, faktor itu adalah buruk. Apakah anda pernah menemui hal ini ? Saya yakin, semua perusahaan yang saat ini benar-benar menjadi perusahaan kelas dunia, pasti mengalami hal ini. Terlalu percaya diri.

Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Dalam dunia pekerjaan, seberapa sering kita menyadari bahwa hasil kinerja yang kurang baik tersebut diakibatkan kurang akuratnya data, atau sistem yang kurang mendukung, atau kurang efisien sumber daya manusia, atau hal lain yang relevan yang berakibat pada hasil kerja.

Kondisi yang menyebabkan kita kurang menyadari hasil kinerja yang sebenarnya kurang baik tersebut karena, biasanya, para karyawan sudah masuk ke dalam Area Nyaman.

Apa yang dimaksud dengan Area Nyaman ? Sebarapa bahaya Area Nyaman ini ?

Area Nyaman adalah area yang terbentuk oleh seseorang atau sekelompok orang atau bahkan mungkin semua orang (dalam hal ini adalah karyawan dalam sebuah perusahaan), yang merasa yakin dan percaya bahwa hasil kerja mereka sudah atau mendekati hasil kerja yang maksimum. Sudah merasa bekerja dengan baik, sudah merasa menghasilkan hasil pekerjaan yang besar dan merasa sudah berkorban cukup besar. Sikap seperti ini akan membawa pada situasi bahwa bila ada suatu masalah yang timbul, mereka merasa yakin bahwa masalah itu bukan dari area kerjanya atau bukan dari teamnya dan yang terburuk adalah, dengan adanya sikap ini, akan terbentuk pola pikir dan semangat malas untuk perbaikan, bahkan perbaikan di area kerjanya. Merasa sudah yang terbaik. Mereka tidak mau belajar, tidak mau menjadi lebih baik, sudah aman, menikmati dan serasa sudah di surga.

Tapi ingat, sekecil apapun dalam sebuah perusahaan adalah masalah kita bersama.

Ya, ini sangat berbahaya. Mereka tidak mengetahui perang atau kondisi yang sebenarnya di area kerjanya, mereka hanya melihat, biasanya, hasil yang “bagus” saja. Mereka tidak membentuk sebuah kerjasama team yang baik, egois, kadangkala mau menang sendiri. Jika situasi ini terjadi, bisakah kita bayangkan bagaimana lingkungan kerjanya?

Lalu dengan adanya sikap sudah berada di Area Nyaman ini, dampak yang kurang baik adalah kepuasan pelanggan. Pelanggan di sini adalah proses berikutnya, bukan pelanggan pamakai atau pengguna produk atau jasa.

Nah, bagaimana di area kerja anda ? Ditemukankah hal ini (sudah berada di area nyaman) ?

Jika kita menemukan kondisi ini di area kerja kita, beberapa tindakan yang mungkin bisa diambil:

  • Beri pelatihan pada karyawan (kepemimpinan, perbandingan, dll)
  • Coach and counseling
  • Lakukan tes personality untuk melihat orang yang tepat pada posisinya
  • Beri project2x pengembangan dan dimonitor oleh atasannya
  • Mereka menjadi contoh yang baik bagi teamnya
  • Dan yang terakhir, pecatlah (pilihan terakhir) – bila memang tidak bisa meninggalkan area nyaman

Allah memberikan kita otak, dan seperti yang kita ketahui, seorang Albert Einstein yang jenius saja hanya menggunakan 1% dari memori otaknya. Bagaimana dengan kita? Berapa % yang sudah kita gunakan? Jadi, belajar, belajar, belajar… teknologi meningkat, pengetahuan berkembang, manusia tumbuh dan berubah.

(please see below for bahasa)

 

Currently, business for industrial and services is growing fast. More human being, people knowledge also growth and new theories or technology is created to support the business development. With new theory and technology, it generates the new systems for improving the business.

 

Then, who will run the system?

How to optimize the current system?

What will impact from the current system?

The most important, how much money spend for investment and what is the success parameter?

 

As current simple theory:
input-proses-output-r-1-english-r-1

 

 

Only 2/3 area which are Input and Process can be developed.

How to develop the input and process? Yes, it should know the final output through current process and supported by correct data.

 

At the moment, the are many tools to develop input and process, such as: ISO, Malcolm Baldrige (US), EFQM (European Foundation for Quality Management), TQM (Total Quality Management), TPM (Total Productive Maintenance), JIT (Just In Time), Toyota Ways and another tools.

 

Can we use all those tools?

Maybe it is not the question, probably, which tools can be used and fix to develop an industry, manufacturing or services?

 

All tools are created or designed then every single tool has a positive or strong point.  Bottom line, those tools can help and guide for improvement in any kind of industries, however it consists of 5 items:

 

 

1. People

    a. Leader

    b. Employee

2. Policies/Strategies

    a. Internal

    b. External (include partners)

3. Processes – generate the output (goods products or services)

4. Satisfaction

    a. Customer

    b. Employee

    c. Society

5. Profitability or Financial

 

To make it easier, point 1 – 3 are called Enabler and points 4 – 5 are called Result (please open the attachment – the model)

 

bagan-improvement-english-r-1

 

 

Then how to start it?

 

Good question.

A new thing which will be implemented in a company, it would start from the leaders, as a good Role Model, yes, need a commitment from top management.

 

Then, it needs trainings to employee to support the processes which will be implemented in all levels to achieve the positive change till to achieve the agreed target.

 

How long the processes take time?

 

Its depends on the readiness of all person in all levels in the company, it may take 1 – 2 years to implement all relevant items. Thus, need to be monitored by good monitoring system to get better control.

 

Aries Rasprinarto

ariesrasprinarto@gmail.com

visit http://www.learntoimprove.wordpress.com

 

 

 

Menuju dan Persiapan untuk Lepas Landas

 

Perkembangan dan pertumbuhan pada dunia bisnis di sektor industri maupun jasa sangat pesat. Manusia bertambah, tingkat pendidikan manusia juga berkembang, dan juga akan melahirkan banyak teori-teori atau teknologi baru yang dapat mendukung perkembangan dunia bisnis.

Dengan berkembangnya teori atau teknologi baru maka tercipta pulalah sistem-sistem baru yang mendukung dunia bisnis tersebut.

 

Lalu siapakah yang menjalankan sistem tersebut?

Bagaimana memaksimalkan sistem yang ada?

Apa dampak dari sistem yang sudah berjalan?

Nah ini yang terpenting, berapa invesment yang sudah dikeluarkan dan apa tolok ukur keberhasilannya?

 

Seperti teori yang sudah dipahami yaitu (lihat table di atas):

 

Maka bila dilihat dari 3 item tersebut, maka hanya 2 saja yang bisa dikembangkan yaitu Input dan Proses. Bagaimana mengembangkan input dan proses? Ya, tentu saja harus mengetahui output (hasil) yang diraih melalui proses yang ada dan didukung dengan data yang benar.

 

Saat ini banyak sekali perangkat yang bisa digunakan untuk mengembangkan Input dan Proses, seperti halnya ISO, Malcolm Baldrige (US), EFQM (European Foundation for Quality Management), TQM (Total Quality Management), TPM (Total Productive Maintenance), JIT (Just In Time), Toyota Ways dan contoh-contoh lainnya.

 

Bolehkah kita memakai semua perangkat itu?

Mungkin bukan itu pertanyaannya, bisa jadi pertanyaannya adalah perangkat mana yang cocok untuk mengembangkan bisnis pada sebuah industri, baik industri manufacturing, jasa atau service?

 

Semua perangkat-perangkat yang telah diciptakan dan disusun tersebut tentu mempunya nilai kekuatan atau kelebihan masing-masing.

Pada dasarnya, perangkat yang dapat membantu dan membawa sebuah pengembangan pada apapun jenis industri tidak terlepas dari 5 item, yaitu:

 

1. Sumber Daya Manusia

    a. Pemimpin

    b, Karyawan

2. Kebijakan/Stretegi

    a. Internal

    b. Eksternal (termasuk rekanan)

3. Proses  – seseuatu yang menghasilkan produk atau jasa/service

4. Kepuasan

    a. Pelanggan

    b. Karyawan

    c. Sosial

5. Laba Rugi atau Keuangan

 

Untuk lebih mudahnya point 1 – 3 disebut Bagian Penentu dan point 4 – 5 disebut Hasil (lihat Model Untuk Pengembangan).

 

Lalau bagaimana cara memulainya?

 

Pertanyaan yang baik sekali.

Suatu yang baru dan ingin dilaksanakan pada sebuah perusahaan maka tentunya dimulai dari pimpinan itu sendiri sebagai contoh yang baik untuk ditiru (Lead by Example atau Role Model), dan…. ya, dibutuhkan komitment dari semua pimpinan perusahaan tersebut.

 

Lalu, dibutuhkan pula pelatihan-pelatihan untuk para karyawan guna menunjang proses yang akan dijalankan di semua lini guna tercapainya perubahan yang positif hingga tercapainya sebuah target yang disepakati.

 

Berapa lama prosesnya?

 

Hal ini sangat berganting pada kesiapan semua lini pada perusahaan itu sendiri. Bila semua siap, butuh waktu sekitar 1 – 2 tahun untuk bisa melakukan semua hal yang terkait. Dan tentunya, harus dibantu dengan proses monitoring yang cukup ketat juga agar semua pelaksanaanya bisa terkontrol dengan benar.

 

Mari kita memulai untuk selalu berubah menjadi lebih baik dari diri kita sendiri, mulai dari saat ini dan berawal dari area kerja kita sendiri.

 

Aries Rasprinarto

ariesrasprinarto@gmail.com

visit: https://learntoimprove.wordpress.com

(see below for bahasa)

 

It’s very natural that sometimes we shy for something. With shy, it’s like a break. Stop for a while. The shy feeling is coming from our heart. Shy may help us to control our action. Shy, as positive, it will bring us to put ourselves in right place. Shy, as negative, it will bring us to wrong place.

 

Right place and wrong place? How can we determine it?

 

Right place:

 

Don’t be shy to ask.

Again, as a learning process, we need to ask someone. While we were studying in school, the student asked to the teacher, when we are working, we may ask to our superior or our peers to learn something, even we may ask to our subordinate. For sure, the way we ask to superior, peers or subordinate is different. We know how to ask our superior or peers or subordinate. Then we should know where and when the best time to ask to someone.

Related to this topic, please read Get Advice or Learning Form Other (open the page: About Learning)

 

Don’t be shy to learn from our mistake.

Learning needs time, learning needs passion and sometimes we made mistakes during learning process. Experiences, mistakes are good teacher for us as long as we know the reason why we did.

When we learned to walk, mostly we felt down but we never give up to learned to walk. At the time we were a baby, never think, just did it. Now, we grow up and when we made a mistake, we need to stop for a while, introspection to ourselves why it’s happened. Find the root cause and DO NOT make the same mistake!

Here’s the step:

  • Mistake once: we did not know yet
  • Mistake twice (the same mistake): we did not understand yet
  • Mistake three times (the same mistake): WE NEVER LEARN

 

If we really need some help, we may raise our hand and “don’t be shy to ask”.

 

Don’t be shy to try.

It will come up if we want to do something for the first time and usually it happen if we stand up in front of some person, maybe our friends, our family, our management team in office. We may have so many sweat, nervous, panic and feel not confidence. Fight it!

Good preparation will help us to solve this problem. Make a check list related to item that we want to try.

Example, speech in front of the management team, then we can practice our speech in front of a mirror (in our home) and or in front of wife/husband and children. Ask them for the input what need to be changed to get better.

 

Don’t be shy to pray.

As Moslem, this is important. Our prophet teaches us how to pray, where we pray, when the right time to pray and the reason for pray. Allah will bless us as long as we do not forget to pray to Him. A very simple pray is, just say Bismillah for start and say Hamdallah for finish.

 

 

Wrong place:

 

This is the negative impact.

We may cry, we may angry, we may lazy to do it again… and the worst, we STOP to learn!

If only cry, it may only a moment, same as angry, need a time to cool again.

But if become lazy to do it again, it’s more time compare to cry and angry, the worst, we can de-motivation.

 

Wow, it’s very danger for the negative impact…

How to handle it?

Please read the other topic in category Teamwork, Leadership and in Learning Page and don’t be shy to pray.

 

Insya Allah will help us to change, ready to face it and leave the negative impact!

 

 

Jangan Malu…

 

Adalah umum bahwa kadang2x kita lupa terhadap sesuatu. Dengan rasa malu, maka seperti halnya rem. Berhenti sejenak. Rasa malu adalah rasa yang berasal dari dalam hati kita. Rasa malu mungkin akan membantu kita dalam mengontrol tindakan2x kita. Malu, bila diambil sebagai positif, akan membawa kita pada tempat yang benar. Malu, bila diambil sebagai negatif, akan membawa kita pada tempat yang salah.

 

Tempat yang benar dan tempat yang salah? Bagaimana kita membedakannya?

 

Tempat yang benar:

 

Jangan malu untuk bertanya.

Sebagai proses pembelajaran, kita perlu bertanya pada seseorang. Ketika kita belajar di sekolah, murid akan bertanya pada gurunya, ketika kita bekerja, kita bisa bertanya pada atasan kita atau rekan kerja atau bahkan bertanya pada staff kita. Yang jelas, cara bertanya kepada atasan, pada rekan kerja atau staff ada sedikit berbeda. Kita mengetahui bagaimana bertanya pada atasan atau pada rekan atau pada staff. Lalu kita juga harus mengetahui dimana dan kapan waktu yang terbaik untuk bertanya pada seseorang.

Untuk topik terkait, silahkan baca Meminta Nasehat (Get Advice) atau Pembelajaran dari orang lain (Learning from Other) è open the page: About Learning.

 

Jangan malu untuk belajar dari kesalahan kita.

Pembelajaran butuh waktu, pembelajaran butuh kesabaran dan kadang2x kita membuat kesalahan2x selama proses pembelajaran. Pengalaman2x, kesalahan2x adalah guru yang terbaik untuk kita selama kita mengetahui apa alasannya kita melakukan itu.

Ketika belajar berjalan, seringkali kita terjatuh tapi kita tidak pernah menyerah untuk belajar berjalan. Saat itu kita masih bayi, tidak pernah berfikir, lakukan terus. Sekarang, kita sudah dewasa dan ketika kita membuat kesalahan, kita butuh waktu untuk berhenti sejenak, lihat diri kita sendiri mengapa hal ini terjadi. Cari penyebab utamanya dan JANGAN membuat kesalahan yang sama.

Beberapa langkah:

  • Berbuat salah sekali: kita belum mengetahui
  • Berbuat salah dua kali (kesalahan yang sama): kita belum mengerti
  • Berbuat salah tiga kali (kesalahan yang sama): KITA TIDAK PERNAH BELAJAR

 

Jika kita benar2x butuh bantuan, angkatlah tangan anda dan ”jangan malu untuk bertanya”

 

Jangan malu untuk mencoba.

Hal ini akan timbul jika kita ingin melakukan sesuatu untuk pertama kali dan biasanya hal ini akan terjadi jika kita berdiri dihadapan beberapa orang, mungkin teman kita, keluarga kita, atau di depan para pimpinan kita di kantor. Bisa saja badan kita mengeluarkan keringat yang bangak, gugup, panik, dan merasa kurang percaya diri. Lawanlah perasaan2x itu!

Persiapan yang baik akan membantu kita untuk menyelesaikan masalah ini. Buat daftar yang perlu dicek yang berhubungan dengan hal yang akan kita akan coba.

Contoh, berbicara di depan para pimpinan kita, kita bisa berlatih berbicara di depan cermin di rumah dan di hadapan istri/suami kita dan di hadapan anak2x kita. Mintalah masukan dari mereka apa yang perlu dirubah untuk menjadi lebih baik.

 

Jangan malu untuk berdoa.

Sebagai orang muslim, hal ini sangatlah penting. Rasul kita mengajarkan bagaimana kita berdoa, dimana kita berdoa, kapan waktu yang tepat untuk berdoa dan alasan mengapa kita berdoa. Allah akan memberkati kita selama kita tidak lupa berdoa pada Nya. Cara mudah dalam berdoa adalah mengucapkan Bismillah saat memulai dan mengucapkan Hamdallah saat selesai.

 

 

Tempat yan salah:

 

Hal ini adalah dampak negative.

Kita bisa saja menangis, kita mungkin marah, kita bisa menjadi malas untuk mencoba lagi…. Dan yang terburuk kita bisa saja BERHENTI untuk belajar!

Jika hanya menangis, hal ini bisa terjadi sesaat saja, sama halnya seperti marah, butuh waktu untuk reda kembali. Tetapi bila menjadi malas untuk mencoba lagi, ini membutuhkan waktu lebih lama disbanding hanya menangis atau marah, terburuknya, kita akan menjadi kurang bersemangat.

 

Wow, sangat bahaya rupanya bila berdampak negative…

Bagaimana untuk menghadapinya?

Silahkan baca topik2x lain seperti yang ada pada kategori Teamwork, Leadership dan dalam Learning Page dan jangan malu untuk berdoa.

 

Insya Allah akan membantu kita untuk berubah, siap untuk menghadapinya dan meninggalkan dampak negatifnya.

(see below for bahasa)

 

The word ‘change’ has a huge meaning. We can raise questions such as: what should be changed? Who will change? Who will be changed? Etc…

When the human being lives, we can not run away from the change, we born only 35 – 50 cm and after years, our tall maybe (normal condition) more than 1.5 m, or even more than 2 m. When we were young, our needs were supplied by our parents, food, school, cloth, etc, and now after we are working, we prepare the needs by ourselves. It’s change!

 

When we started to work at the company soon as we graduated from school or university, we do not know anything, we just follow the direction from our superior. We learn, we improve and develop ourselves to survive to work in the company. Experience as a learning, get an achievement as a goal, positive spirit as a motivation. Do we ready to change?

 

In this topic, the meaning of change will focus to ourselves who work in a company.

For someone who works start from the bottom level (say engineer level) and no subordinate yet, we just work like a robot. Follow the company policies, procedures/SOP and follow the superior instructions. We support our superior by generating the reports, outcome will be the personal performance which generate the departmental (a team) performance. Why do we want to do that?

 

In the office, we can not do as we want (if the company is not ours), the company has rules which have to follow and we must obey it. If not, we can get trouble, warning letter can be sent to us if we broke the rules. Like it or not, we should adapt it.

As a normal person, after working many years, we want to get promotion to higher level, from engineer move to supervisor, from supervisor move to manager, then to senior manager and maybe keep look for the career till the top, as President Director or CEO.

 

It may take years to get to a position that we want. If there is a chance to get promotion, then the rest is depends on ourselves (topic related, please see A COW topic under Leadership category). Why depends on us? Yes, we need to change! What need to be changed?

In A COW topic, C means capability and this is one item that we need to change. Our capability must be improved, our skill and behavior is developing to mature. Another word, we PREPARE ourselves to change. Better skill and better behavior.

 

Is it enough? Not yet, do not stop! What else?

 

We interact with many persons in office, such as peers, other managers /superior, or other subordinates even they are not our direct report and or our direct staff. Be a higher position, more challenges, we must ‘sell’ our skill to them (especially management team) who have interaction with us. Show to them that we can solve the problem as per level area responsibility. PROMOTE ourselves to peers and to management team level!

In this condition, it may some argument happen. Be positive and use our skill to jump into discussions related our area responsibility.

 

Soon we try to promote ourselves through some discussions to peers and management level, probably they want to know our action as the result in discussions. In this level, we can not do by ourselves, we need to get support from others, from peers, from management level and from subordinates. We need to translate from vision to mission and involving other team to achieve the goal. Therefore we need a vehicle and it’s called a METHOD or TOOL (will explain in other category – IMPROVEMENT TOOL).

 

Do we ready to change?

 

Yes, we PREPARE ourselves with good skill and behavior, we PROMOTE our skill to others and use good METHOD to prove that we ready to change to be better and don’t forget, it’s start from OURSELVES.

 

 

BERUBAH, kita membutuhkan PPM (dalam bahasa: STM), mulai dari diri kita sendiri

 

Sebuah kata ’berubah’ mempunyai arti yang sangat luas. Kita bisa membuat pertanyaan seperti: apa yang harus dirubah? Siapa yang akan berubah? Siapa yang akan dirubah? Dll…

Ketika manusia hidup, kita tidak bisa lari dari perubahan, kita lahir dengan panjang Cuma 35 – 50 cm dan setelah beberapa tahun, tinggi kita (secara normal) bisa lebih dari 1,5 m atau bahkan ada yang lebih dari 2 m. Ketika kita masih muda, kebutuhan2x kita disiapkan oleh orang tua kita, mulai dari makan, sekolah, baju, dll dan sekarang setelah kita bekerja, kita menyiapkan kebutuhan diri kita sendiri. Ini bisa disebut perubahan.

 

Ketika kita mulai bekerja pada sebuah perusahaan selepas dari sekolah atau universitas, kita tidak mengetahui apa2x, kita hanya mengikuti arahan dari atasan kita. Kita belajar, kita meningkatkan dan mengembanngkan diri kita sendiri untuk bertahan dan bekerja pada perusahaan itu. Pengalaman2x sebagai pembelajaran, mencapai sebuah pencapaian adalah sebuah prestasi, semangat yang positif adalah sebuah motivasi. Apa kita siap untuk berubah?

 

Pada topic ini, yang dimaksud dengan berubah akan focus pada diri kita yang bekerja pada sebuah perusahaan.

Untuk seseorang yang bekerja dan dimulai dari bawah (missal dari level engineer) and belum memiliki anak buah, kita kerja seperti robot. Mengikuti kebijakan2x perusahaan, prosedur dan mengikuti instruksi atasan. Kita mendukung atasan kita dengan membuat laporan2x, dan hasilnya akan menjadi kinerja pribadi yang mana akan menghasilkan kinerja departemen (sebuah team). Mengapa kita melakukan itu?

 

Di kantor, kita tidak bisa melakukan sesuka kita (jika perusahaan itu bukan milik kita), perusahaan punya peraturan2x yang harus diikuti and harus dihormati. Jika tidak, kita akan mendapatkan masalah, surat peringatan bisa dikirim ke kita jika kita melanggar peraturan. Suka atau tidak, kita harus beradaptasi dengan hal ini.

Sebagai manusia yang normal, setelah bekerja beberapa tahun, kita ingin mendapatkan kesempatan untuk kenaikan tingkat atau jabatan, misal dari engineer ke level supervisor, dari supervisor ke level manager kemudian manager senior dan mungkin tetap mencari karir hingga top level, yaitu sebagai President Director atau CEO.

 

Mungkin butuh waktu tahunan untuk mencapai posisi yang kita inginkan. Jika ada kesempatan untuk kenaikan jabatan, selanjutnya akan bergantung pada diri kita sendiri (topic yang berhubungan dengan topic ini, silahkan baca A COW atau S3K pada kategori Leadership). Mengapa tergantung diri kita sendiri? Ya, kita ingin berubah! Apa yang dibutuhkan untuk berubah?

Dalam topic S3K, K pertama adalah Kemampuan and ini salah satu hal yang harus berubah. Kemampuan kita harus dikembangkan, keahlian dan sikap kita terus berkembang menjadi dewasa. Dengan kata lain, SIAPKAN diri kita sendiri untuk berubah. Lebih ahli dan lebih baik sikapnya.

 

 

Apakah sudah cukup? Belum, jangan berhenti! Apa lagi?

 

Kita berinteraksi dengan banyak orang di kantor, seperti rekan sejawat (selevel), manager atau pimpinan lain atau staff mungkin saja mereka bukan atasan kita langsung atau staff kita. Untuk mencapai posisi lebih tinggi, tantangan lebih banyak, kita harus ‘menjual’ keahlian kita pada mereka (terutama pada level managemen) yang berinteraksi dengan kita. Perlihatkan pada mereka bahwa kita bisa menyelesaikan masalah sesuai dengan area yang menjadi tanggung jawab kita. TAWARKAN diri kita sendiri pada rekan kerja dan manajemen level!

Pada kondisi ini, bisa terjadi argumentasi. Positiflah dan gunakan keahlian kita untuk terjun ke dalam diskusi yang berhubungan dengan area tanggung jawab kita.

 

Setelah kita mencoba tawarkan diri kita sendiri melalui diskusi pada rekan kerja dan manajemen level, kemungkinan mereka ingin mengetahui tindakan2x kita untuk mencapai hasil seperti apa yang telah didiskusikan sebelumnya. Pada level ini, kita tidak bisa bekerja sendiri, kita butuh dukungan dari orang lain, dari rekan kerja, dari manejemen level dan bahkan dari staff. Kita perlu menterjemahkan dari visi ke misi dan melibatkan pihak lain untuk meraih sebuah target. Oleh karena itu kita membutuhkan sebuah kendaraan dan hal itu disebut sebuah METODA atau ALAT (akan diterangkan pada kategori – IMPROVEMENT TOOL).

 

Apakah kita siap untuk berubah?

 

Ya, kita SIAPKAN diri kita sendiri dengan keahlian dan sikap yang baik, kita TAWARKAN keahlian kita pada pihak lain dan menggunakan METODA yang baik untuk membuktikan bahwa kita siap untuk berubah menjadi lebih baik dan jangan lupa, itu dimulai dari DIRI KITA SENDIRI.

(please see below for bahasa)

 

A COW, is it an animal? Yes and no. Yes, if want to eat the meat and milk. No, because it is an acronym. An acronym? What is the meaning A COW? What is A COW for?

OK, let’s start to explore it.

  • A is Attitude
  • C is Capability
  • O is Opportunity
  • W is Willingness

 

A COW is used for someone who wants to get a promotion or rotation or get a new assignment or looking for a career in a company or someone who wants to develop themselves to be better.

 

For example, we are as supervisor and we want to be a manager. It is not a simple method to get promotion, especially in world class company, the company has rules or procedures to be implemented. The company will assess the person to get more detail information before say yes to promote the person and to put the man in right place and in the right time. A COW is one simple method to be considered for someone, to prepare ourselves before facing the real situation later. Why? Many cases happened, a manager or a leader, can not act as their level, can not make a decision, can not give a good solution or do not have good relation with others (peers, subordinate or superior). The worst, the leader can be a problem maker not problem solver.

 

 

ATTITUDE

Everyone in this world, naturally, has attitude. Attitude is one of key driver which bring us to have good or bad performance. I’m not a doctor, I’m just a practitioner person who work with a company, to be honest, I know the meaning of attitude but quite difficult to explain in English (English language is

not my mother language) or we may open this link: http://www.attitudeworks.com.au/AW_pages/attitudes/attitudes.html

This link will help us to translate the meaning of attitude.

 

The other info related to this attitude via a good book. The title is the CAREER ARCHITECT Development Planner. The author is Michael M Lombardo and Robert W Eichinger (visit http://www.lominger.com). Simple word for them is Lominger. The thick of this book is about 4 cm since the content is quite detail for us, for individual learners, supervisors, managers, mentors and feedback givers. Also this book can be used to asses a person to know the level of each item which want to be assessed. Trust me, it is a good book!!

 

In Moslem, the best example about attitude is, follow our prophet, Muhammad SAW. So, while we are still live in this world, please learn about Muhammad SAW, through hadits, through his historical book and through a Moslem community.

 

 

CAPABILITY

We can say a person who has good capability, usually if the person can solve a problem then achieve a good quality result with certain and reasonable of time. Experiences as good teacher and as learning activities will develop the capability of the person to be better and better, and if the person works in broader area to have more experiences (and used as learning), then the person will improve their capability coz different environment will develop and improve maturity level of the person. More challenges, also will help the person to learn and to improve the capability. More complex the problem which handle by the person will guide to get better capability. More exercises, more training, learning from others, and sometimes get input from other also will guide the person to improve the capability. Learn is one of the basic spirit to get better capability. Higher stress in daily activity, it will generate higher maturity level, if its move to positive direction then will create a strong personality and sharpen their capability. If its move to negative direction then will impact to the person, maybe stress or de-motivation.

 

 

OPPORTUNITY

It is a condition, which told us about an open way or gate to get promotion or to get rotation or to get new assignment. This will happen if we work with a company, however, in market business, most of people will look for the opportunity. They do not wait for the opportunity come to them. In this topic will focus for the opportunity in a company related.

 

Opportunity will seen if, for example, (usually) our superior move to other company, or a vacant position open in other department or a project is set and need a person as project manager, and other sample of opportunities. Then, if we work with a company, it may years no opportunity come to us, even we are capable, or a senior person in the company and have good attitude. You may an expert person in your working area. However, as a world class company, based on my experience, those companies have a job rotation policy with some purposes. For sure, before rotation conducted, the person must deploy the skill to the subordinate (if no replacement yet). Why rotation? We are human being and have an attitude easy to get boring. Then through rotation program, it may help the person feel another environment and another learning step to get more working experiences. Promotion, rotation, new assignment will work if the person gets a good training and good knowledge to support the new role. But, not all persons want to take an opportunity. They are OK with the current position, they satisfied with what they already got (please see the WILLINGNESS topic below).

 

To take the opportunity is depend on ourselves, if we are ready, take it, if we are not confidence yet, then leave it at the moment and wait another opportunities. Every opportunity also has a risk. Why? If we got promotion, a simple question, do we already have experiences in that level? Are we ready to take that position? Do not worry, again, with a training as a learning step, it may help us to face the risk. Same as in rotation, some risks may occur later, e.g. what do we feel if we got rotation program from a laboratory, which has a clear room, with full air con, neat, good smell room then move to warehouse with full of containers, no air con, sit in a room with so many paper docs, and usually, warehouse if far from front office, back side area. We need to prepare our mental. This is an opportunity, take it or leave it!

 

 

WILLINGNESS

It is a feeling from deep inside our heart that will push us to change, push us to get something, to achieve our hope, our vision, to get better and better and other positive result at the end.

To have a willingness spirit, we need a positive energy to support it. We need to fight, we need to practice or learning, need to be strong. To get better result, we MUST have positive thinking. We ready to struggle, we ready to take a risk. Challenges will develop us to get positive energy to generate willingness spirit. Do not easy to give up or frustration, learn from our mistakes, accept the inputs which will help us to improve. Sometimes critics will make us stronger, as long as we transform the critics into good positive input. In this case, is not easy, our maturity level need to be in high level.

 

As mention above, some person do not have willingness to get promotion or rotation, they feel save, they feel enjoy in the position. In some conditions, it is dangerous, they feel in “comfort zone” area (will explain in Comfort Zone topic).

 

Conclusion:

Bad attitude, good capability, good opportunity, good willingness è waste your time.

Good attitude, bad capability, good opportunity, good willingness è it’s a (still) dream.

Good attitude, good capability, bad opportunity, good willingness è it’s not your time yet.

Good attitude, good capability, good opportunity, bad willingness è waste your time.

 

Be a religion person, don’t forget to always pray to Allah SWT. Ask His bless to get our dream, our hope, our needs. He will give us, maybe now, next week, next month, next year or He will give us in the life after. He knows what is the best for us. Do not stop to pray.

 

A COW (dalam bahasa S3K)

 

A COW (sapi), apakah seekor binatang? Ya dan Tidak. Ya, jika kita ingin makan daging sapi dan susu. No, karena itu adalah sebuah singkatan. Singkatan? Apa artinya A COW? Buat apa A COW?

 

(Dalam bahasa Indonesia A COW diganti menjadi S3K)

Baik, mari kita bahas.

  • S adalah Sikap
  • K adalah Kemampuan
  • K adalah Kesempatan
  • K adalah Kemauan

 

S3K digunakan seseorang bila dia akan mendapatkan sebuah promosi atau tugas baru atau mencari karir pada sebuah perusahaan atau mereka yang ingin mengembangkan dirinya sendiri.

 

Sebagai contoh, jika kita seorang Supervisor dan kita ingin menjadi seorang manager. Adalah tidak semudah itu untuk mendapatkan promosi, terutama di perusahaan yang berskala dunia (international), perusahaan itu mempunyai peraturan2x atau prosedur yang harus dijalankan. Perusahaan akan menilai orang itu untuk mendapatkan informasi yang lebih detail sebelum menyatakan YA untuk mempromosikannya dan menugaskan orang tersebut pada posisi dan waktu yang tepat. S3K adalah sebuah metoda yang perlu dipertimbangkan, untuk menyiapkan diri kita sendiri sebelum menghadapi situasi yang sebenarnya. Mengapa demikian? Banyak kasus terjadi, seorang manager atau seorang pemimpin, tidak bisa bertindak sesuai dengan jabatan atau levelnya, tidak bisa memutuskan, tidak bisa memberikan penyelesaian yang baik atau tidak mempunyai hubungan yang baik dengan yang lain (bisa dengan sesama manager, dengan staffnya atau dengan atasannya). Yang paling buruk, pemimpin bisa menjadi penyebab masalah, bukan sebagai orang yang menyelesaikan masalah.

 

SIKAP

Setiap orang di dunia ini, secara natural, memiliki sikap. Sikap adalah salah satu kunci yang akan membawa kita untuk memiliki baik atau tidaknya sebuah prestasi. Saya bukan dokter, saya hanyalah seorang praktisi yang  bekerja pada sebuah perusahaan, jujur, saya mengerti apa itu sikap, tapi cukup sulit menjelaskan dalam bahasa Inggris (bahasa Inggris bukan bahasa utama saya), atau silahkan buka link ini:

http://www.attitudeworks.com.au/AW_pages/attitudes/attitudes.html

Link ini akan membantu menterjemahkan maksud dari kata sikap (dalam bahasa Inggris).

 

Sikap adalah suatu hal yang melekat pada diri seseorang yang didapat sejak kita lahir. Sikap setiap orang berbeda2x. Sikap bisa terbentuk tergantung dari faktor:

  • Keluarga
  • Pendidikan (bisa dari sekolah, kuliah, pelatihan)
  • Pergaulan/lingkungan tempat tinggal (teman main)
  • Lingkungan tempat bekerja (teman kerja)
  • Kondisi ekonomi
  • Dan faktor2x lainnya

 

Pada diri manusia banyak sekali sikap yang ada. Misal sikap mengenai bagaimana fokus pada terhadap pelanggan, sikap bagaimana memotivasi, sikap bagaimana berkomunikasi, dll.

 

Info lain dari masalah sikap ini adalah melalui sebuah buku yang bagus. Judulnya ada CAREER ARCHITECT Development Planner. Penulisnya adalah Michael L Lombardo dan Robert W Eichinger (kunjungi www.lominger.com). Kata yang mudah untuk mereka adalah Lominger. Tebal buku ini sekitar 4 cm karena isi yang cukup lengkap, bisa untuk seorang yang ingin belajar, seorang supervisor, manager, mentor (pembimbing) dan bisa digunakan dalam memberikan umpan balik. Buku ini juga bisa digunakan untuk menilai seseorang untuk mengetahui sampai dimana level dari setiap sikap/item yang dinilai. Percayalah, buku ini buku bagus!

 

Sebagai seorang muslim, contoh terbaik mengenai sikap, mari ikuti nabi kita, nabi Muhammad SAW. Jadi, selama kita masih hidup di dunia ini, tolong pelajari sikap nabi Muhammad SAW, melalui hadits, melalui buku sejarah beliau dan melalui kajian2x ilmu yang sunnah.

 

 

KEMAMPUAN

Kita dapat mengatakan bahwa seseorang memiliki kemampuan yang baik, biasanya, bila seseorang itu dapat menyelesaikan masalah, kemudian dapat menghasilkan hasil yang baik pula melalui waktu tertentu. Pengalaman adalah guru terbaik untuk kita dan pengalaman bisa digunakan sebagai aktifitas pembelajaran yang akan mengembangkan kemampuan orang tersebut untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, dan bila orang tersebut bekerja pada area yang lebih luas yang akan menambah pengalaman (dan digunakan sebagai pembelajaran), kemudian orang itu akan mengembangkan kemampuannya, dan didukung melalui lingkungan yang berbeda maka akan membentuk dan mendewasakan orang tersebut. Semakin banyak tantangan, juga akan membantunya untuk belajar dan mengembangkan kemampuan. Semakin kompleks permasalahan yang ditangani oleh seseorang, akan membawanya menjadi lebih baik lagi. Dengan melakukan latihan2x, ikut program pelatihan, belajar dari orang lain dan sesekali mendapatkan nasehat dari orang lain juga akan membawa seseorang untuk mengasah kemampuannya lebih baik lagi. Belajar adalah salah satu semangat dasar untuk menjadikan kemampuan lebih baik. Semakin tinggi tingkat stress yang dialami pada kesehariannya, akan membentuk tingkat kedewasaan yang lebih baik yang berakibat pada kemampuannya, jika kedewasaan bergerak ke arah positif maka akan membentuk kepribadian yang kuat dan kemampuannya selalu terasah dan semakin baik. Jika bergerak ke arah yang negative maka akan berdampak buruk pada seseorang, bisa saja menjadi stress atau motivasinya menurun sehingga kemampuannya tidak tampak.

 

 

KESEMPATAN

Sebuah kondisi dimana akan menjelaskan tentang terbukanya sebuah pintu gerbang kesempatan untuk mendapatkan promosi atau rotasi atau mendapatkan tugas baru. Hal ini akan terjadi jika kita bekerja pada sebuah perusahaan, namun pada dunia bisnis umum, kebanyakan orang akan berusaha mencari terbukanya pintu gerbang kesempatan itu. Pebisnis tersebut tidak bisa menunggu sebuah kesempatan datang padanya. Dalam topic ini akan lebih memfokuskan sebuah kesempatan yang berhubungan dengan pekerjaan pada sebuah perusahaan.

 

Kesempatan akan terlihat, sebagai contoh, biasanya terjadi bila seorang atasan yang keluar dari sebuah perusahaan, atau sebuah jabatan pada departemen lain yang masih belum terisi oleh seseorang atau sebuah projek dibentuk dan membutuhkan seseorang untuk memimpin projek tersebut, dan contoh kesempatan2x yang lain. Lalu, bila kita bekerja pada sebuah perusahaan, maka ada kemungkinan sebuah kesempatan tidak akan datang beberapa tahun lamanya, meskipun kita memiliki kemampuan yang baik, atau kita adalah karyawan senior dan memiliki sikap yang baik. Bisa saja anda seorang yang ahli dalam sebuah bidang. Namun, pada sebuah perusahaan kelas dunia, berdasarkan pengalaman saya, perusahaan itu memiliki kebijakan mengenai rotasi pekerjaan pada karyawannya dengan berbagai tujuan. Yang pasti, sebelum dilakukan rotasi, seseorang yang akan dirotasi harus mendidik staffnya (bila belum ada penggantinya). Mengapa dengan rotasi? Kita adalah manusia yang memiliki sikap bosan pada suatu saat. Maka melalui program rotasi akan membantu seseorang untuk merasakan lingkungan yang berbeda dan hal ini adalah sebuah langkah pembelajaran yang lain untuk menambah pengalaman dalam bekerja. Promosi, rotasi atau tugas baru akan berhasil jika seseorang itu mendapatkan pelatihan yang baik dan pengetahuan yang memadai untuk mendukung area kerja yang baru. Tapi, tidak semua orang akan mengambil kesempatan. Mereka sudah OK dengan posisinya, mereka sudah puas dengan apa yang didapat (silahkan lihat topic Keinginan dibawah ini).

 

Untuk mengambil kesempatan yang ada itu tergantung pada diri kita sendiri, jika kita siap, ambillah, jika belum yakin, tinggalkan saat itu dan tunggu kesempatan berikutnya. Setiap kesempatan memiliki sebuah resiko. Mengapa? Jika kita mendapatkan sebuah promosi, ada pertanyaan mudah, apakah kita sudah memiliki pengalaman pada posisi itu? Apakah sudah siap untuk menduduki posisi itu? Sama saja dengan rotasi, beberapa resiko bisa saja muncul, contoh, apa yang kita rasakan jika mengalami rotasi dari bekerja pada sebuah laboratotium yang memiliki ruangan yang bersih, menggunakan AC, tata ruang rapih, ruangan yang harum, kemudian kita akan dirotasi ke area gudang yang penuh dengan container, tidak ada AC, duduk pada sebuah ruangan yang penuh dengan kertas kerja dan biasanya, lokasi gudang berada di belakang yang jauh dari kantor bagian depan. Maka kita dibutuhkan untuk menyiapkan mental. Nah ini sebuah kesempatan, ambil atau tinggalkan!

 

 

KEINGINAN / KEMAUAN

Adalah sebuah perasaan yang ada pada diri kita yang berada pada dalam hati kita yang akan mendorong keinginan untuk berubah, mendorong untuk mendapatkan sesuatu, untuk meraih sebuah harapan, cita2x, untuk mendapatkan yang lebih baik lagi dan contoh positif lainnya. Ingin merampok, apakah baik? Ya baik menurut si perampok tapi buruk bagi orang lain.

Untuk memiliki sebuah keinginan yang besar, kita membutuhkan energy positif untuk mendukung hal tersebut. Kita harus sangat berusaha, membutuhkan latihan2x atau pelajaran2x, kita harus kuat. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, kita harus memiliki pemikiran positif. Kita siap untuk berjuang, kita siap menanggung resiko. Tantangan akan membentuk kita untuk mendapatkan energi positif untuk menghasilkan keinginan yang besar. Jangan mudah untuk menyerah atau frustrasi, belajarlah dari kesalahan2x kita, terimalah masukan2x yang akan membantu untuk berkembang. Kadang2x kritikan akan membuat kita lebih kuat, selama kita bisa merubah kritik menjadi masukan yang positif. Dalam hal ini tidaklah mudah, dibutuhkan tingkat kedewasaan yang cukup baik.

 

Seperti yang sudah dibahas diatas, beberapa orang memang tidak memiliki keinginan untuk promosi atau rotasi, mereka merasa sudah aman, mereka sudah menikmati pada posisinya. Dalam beberapa kondisi, hal ini sangat bahaya. Mereka merasakan di dalam  ”area nyaman” (akan dijelaskan pada topic Area Nyaman).

 

Kesimpulan:

Sikap kurang baik, Kemampuan baik, Kesempatan ada, Keinginan ada è buang2x waktu

Sikap baik, Kemampuan kurang baik, Kesempatan ada, Keingingan ada è (masih) sebuah mimpi

Sikai baik, Kemampuan baik, Kesempatan kurang baik, Keinginan ada è ini belum saatnya untuk anda

Sikap baik, Kemampuan baik, Kesempatan ada, Keinginan kurang è buang2x waktu

 

Menjadi orang yang beragama, janganlah lupa untuk selalu berdoa pada Allah SWT. Dia akan memberkahi/mengabulkan pada kita untum memperoleh impian kita, harapan kita, kebutuhan kita. Dia akan memberikan, mungkin sekarang, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau Dia akan memberikan pada kita nanti di alam akhirat. Dia mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Jangan berhenti untuk berdoa.

We all know that Obama is the new president in US and he brought a spirit about CHANGE. He can not run his change program without good leadership from him and his team, then please see the 21 leadership definition by Obama:

 

  1. Be comfortable in your own skin
  2. Develop your communication skills
  3. Spend  quality time crafting your speeches
  4. PRACTICE PRACTICE PRACTICE
  5. Deliver with passion
  6. Connect with your audience
  7. Stick to the message
  8. You will get far with a great team
  9. You learn more by listening……
  10. It’s all about connecting
  11. Stable strategy + Flexible tactics = Victory
  12. Yesterday’s competitor is today’s collaborator
  13. A leader is a dealer in hope (Napoleon)
  14. Be your own story teller
  15. Leadership is influence
  16. Technology is an ally
  17. Use it to reach your supporters
  18. Leadership is all about empowering others
  19. Releasing them to make impact
  20. The ability to stay calm under pressure is a great quality
  21. Don’t be afraid to experiment

 

And now, please see the leadership parameters which explained in Leadership topic, I believe some parameters also attached in Obama’s Leadership categories.