There is a dream of every employee who works in a company to finish the job in the office and go home with smiling face. Another dream is a satisfaction after the employee gave a good or positive contribution in the office.

The issue will occur if among employee have different standard to be achieved. What standard? A same mission is needed to achieve the goal, in this case is company goals. When we take actions to achieve the company goals, good attitude, good spirit need to be build-in inside the employee’s heart.

A very simple example to see a bad or good attitude is, when an employee drives a rent or company car compare to when an employee drives with own car. Why does he drive his own car with full attention, careful? Coz of the car values came from his pocket. He does not want the car broken or damage and make another extra money to spend to fix the own car again. This is good attitude.

And now, if that good attitude is implemented in his working place (company he works with), he feels that he is part of the owner of the company, he imagines that every action from the company will impact to the business and his pocket, what do we do then?

Life is beautiful, world is so nice if all employees have that good attitude…

The question, can we have that attitude?

Yes, we can have that attitude. We need to transform ourselves to have good attitude.

Again, by learning, learning & learning and having high maturity level need to be put in our heart. Is it enough? To make a perfect final result, we can add creative thinking to find good solution, to find the good way to get optimum result.

Attention to the team member also needed to improve the teamwork’s spirit, leadership behavior, act as role model and improve managerial style will help to faster the transformation phase.

Insya Allah, with those attitudes, we can go home with smiling face all the time.

(see below for bahasa)


It’s very natural that sometimes we shy for something. With shy, it’s like a break. Stop for a while. The shy feeling is coming from our heart. Shy may help us to control our action. Shy, as positive, it will bring us to put ourselves in right place. Shy, as negative, it will bring us to wrong place.


Right place and wrong place? How can we determine it?


Right place:


Don’t be shy to ask.

Again, as a learning process, we need to ask someone. While we were studying in school, the student asked to the teacher, when we are working, we may ask to our superior or our peers to learn something, even we may ask to our subordinate. For sure, the way we ask to superior, peers or subordinate is different. We know how to ask our superior or peers or subordinate. Then we should know where and when the best time to ask to someone.

Related to this topic, please read Get Advice or Learning Form Other (open the page: About Learning)


Don’t be shy to learn from our mistake.

Learning needs time, learning needs passion and sometimes we made mistakes during learning process. Experiences, mistakes are good teacher for us as long as we know the reason why we did.

When we learned to walk, mostly we felt down but we never give up to learned to walk. At the time we were a baby, never think, just did it. Now, we grow up and when we made a mistake, we need to stop for a while, introspection to ourselves why it’s happened. Find the root cause and DO NOT make the same mistake!

Here’s the step:

  • Mistake once: we did not know yet
  • Mistake twice (the same mistake): we did not understand yet
  • Mistake three times (the same mistake): WE NEVER LEARN


If we really need some help, we may raise our hand and “don’t be shy to ask”.


Don’t be shy to try.

It will come up if we want to do something for the first time and usually it happen if we stand up in front of some person, maybe our friends, our family, our management team in office. We may have so many sweat, nervous, panic and feel not confidence. Fight it!

Good preparation will help us to solve this problem. Make a check list related to item that we want to try.

Example, speech in front of the management team, then we can practice our speech in front of a mirror (in our home) and or in front of wife/husband and children. Ask them for the input what need to be changed to get better.


Don’t be shy to pray.

As Moslem, this is important. Our prophet teaches us how to pray, where we pray, when the right time to pray and the reason for pray. Allah will bless us as long as we do not forget to pray to Him. A very simple pray is, just say Bismillah for start and say Hamdallah for finish.



Wrong place:


This is the negative impact.

We may cry, we may angry, we may lazy to do it again… and the worst, we STOP to learn!

If only cry, it may only a moment, same as angry, need a time to cool again.

But if become lazy to do it again, it’s more time compare to cry and angry, the worst, we can de-motivation.


Wow, it’s very danger for the negative impact…

How to handle it?

Please read the other topic in category Teamwork, Leadership and in Learning Page and don’t be shy to pray.


Insya Allah will help us to change, ready to face it and leave the negative impact!



Jangan Malu…


Adalah umum bahwa kadang2x kita lupa terhadap sesuatu. Dengan rasa malu, maka seperti halnya rem. Berhenti sejenak. Rasa malu adalah rasa yang berasal dari dalam hati kita. Rasa malu mungkin akan membantu kita dalam mengontrol tindakan2x kita. Malu, bila diambil sebagai positif, akan membawa kita pada tempat yang benar. Malu, bila diambil sebagai negatif, akan membawa kita pada tempat yang salah.


Tempat yang benar dan tempat yang salah? Bagaimana kita membedakannya?


Tempat yang benar:


Jangan malu untuk bertanya.

Sebagai proses pembelajaran, kita perlu bertanya pada seseorang. Ketika kita belajar di sekolah, murid akan bertanya pada gurunya, ketika kita bekerja, kita bisa bertanya pada atasan kita atau rekan kerja atau bahkan bertanya pada staff kita. Yang jelas, cara bertanya kepada atasan, pada rekan kerja atau staff ada sedikit berbeda. Kita mengetahui bagaimana bertanya pada atasan atau pada rekan atau pada staff. Lalu kita juga harus mengetahui dimana dan kapan waktu yang terbaik untuk bertanya pada seseorang.

Untuk topik terkait, silahkan baca Meminta Nasehat (Get Advice) atau Pembelajaran dari orang lain (Learning from Other) è open the page: About Learning.


Jangan malu untuk belajar dari kesalahan kita.

Pembelajaran butuh waktu, pembelajaran butuh kesabaran dan kadang2x kita membuat kesalahan2x selama proses pembelajaran. Pengalaman2x, kesalahan2x adalah guru yang terbaik untuk kita selama kita mengetahui apa alasannya kita melakukan itu.

Ketika belajar berjalan, seringkali kita terjatuh tapi kita tidak pernah menyerah untuk belajar berjalan. Saat itu kita masih bayi, tidak pernah berfikir, lakukan terus. Sekarang, kita sudah dewasa dan ketika kita membuat kesalahan, kita butuh waktu untuk berhenti sejenak, lihat diri kita sendiri mengapa hal ini terjadi. Cari penyebab utamanya dan JANGAN membuat kesalahan yang sama.

Beberapa langkah:

  • Berbuat salah sekali: kita belum mengetahui
  • Berbuat salah dua kali (kesalahan yang sama): kita belum mengerti
  • Berbuat salah tiga kali (kesalahan yang sama): KITA TIDAK PERNAH BELAJAR


Jika kita benar2x butuh bantuan, angkatlah tangan anda dan ”jangan malu untuk bertanya”


Jangan malu untuk mencoba.

Hal ini akan timbul jika kita ingin melakukan sesuatu untuk pertama kali dan biasanya hal ini akan terjadi jika kita berdiri dihadapan beberapa orang, mungkin teman kita, keluarga kita, atau di depan para pimpinan kita di kantor. Bisa saja badan kita mengeluarkan keringat yang bangak, gugup, panik, dan merasa kurang percaya diri. Lawanlah perasaan2x itu!

Persiapan yang baik akan membantu kita untuk menyelesaikan masalah ini. Buat daftar yang perlu dicek yang berhubungan dengan hal yang akan kita akan coba.

Contoh, berbicara di depan para pimpinan kita, kita bisa berlatih berbicara di depan cermin di rumah dan di hadapan istri/suami kita dan di hadapan anak2x kita. Mintalah masukan dari mereka apa yang perlu dirubah untuk menjadi lebih baik.


Jangan malu untuk berdoa.

Sebagai orang muslim, hal ini sangatlah penting. Rasul kita mengajarkan bagaimana kita berdoa, dimana kita berdoa, kapan waktu yang tepat untuk berdoa dan alasan mengapa kita berdoa. Allah akan memberkati kita selama kita tidak lupa berdoa pada Nya. Cara mudah dalam berdoa adalah mengucapkan Bismillah saat memulai dan mengucapkan Hamdallah saat selesai.



Tempat yan salah:


Hal ini adalah dampak negative.

Kita bisa saja menangis, kita mungkin marah, kita bisa menjadi malas untuk mencoba lagi…. Dan yang terburuk kita bisa saja BERHENTI untuk belajar!

Jika hanya menangis, hal ini bisa terjadi sesaat saja, sama halnya seperti marah, butuh waktu untuk reda kembali. Tetapi bila menjadi malas untuk mencoba lagi, ini membutuhkan waktu lebih lama disbanding hanya menangis atau marah, terburuknya, kita akan menjadi kurang bersemangat.


Wow, sangat bahaya rupanya bila berdampak negative…

Bagaimana untuk menghadapinya?

Silahkan baca topik2x lain seperti yang ada pada kategori Teamwork, Leadership dan dalam Learning Page dan jangan malu untuk berdoa.


Insya Allah akan membantu kita untuk berubah, siap untuk menghadapinya dan meninggalkan dampak negatifnya.

(see below for bahasa)


Do not stop to learn (till we die!). Do not feel satisfied to find good samples and do not stop to improve to be a good and nice person. Respect others.

Another way as a learning process is to get advice from others. This is a difficult one. Why? Sometimes, we feel that we always right, other people are wrong. The young people must follow the older people. No, it is not true 100%. In reality, we may find the opposite way. Maybe someday, our boss is/will be younger than you!! Like or not we have to face it.


We have to realize, before we do to get advice from other, our maturity level should be in high level, we need to hear, we need to learn from someone who giving input to us. We may ask to older or younger person to get advice as long as we got a good learning point from them. Don’t be shy to raise question, don’t be trapped in uncomfortable/uneasy situation which we create ourselves.


When we ready to ask someone to get advice, we must open our mind, open our heart, open our eyes, open our ears, insya Allah, it will help to develop us to be better person.

As a simple example is an audit activity. Someone or some person will see our process in our department. Auditors/they will compare the written procedures/sop with our activity/our result. Auditors will give some advices to us based on the requirement. If we do not have open mind spirit, believe me, those audit reports will make you feel sad, feel angry or disagree with the auditors. However, audit is audit, the show must go on, we need to face, we need to close the findings and the goal is to be better result in the next audit processes.


Another sample about process to get advice between two persons, it is better if both party bring some data, can be books, surveys, data, historical, etc. Then we can use those data to share each other and do not forget, respect each other during discussion. After discussion we may agree for one thing or maybe disagree. Again, the maturity level will shown in this situation, do not push our believe to someone who has strong basic about their believe. Just respect it. If this happen, we learn one thing that human being in this world has a right to choose what they believe is right. And for us, select the good one which may good to implement for us.


In reality, it is not easy to find the person who may ask to get advice. If we choose the wrong one, we may have debate during discussion, prevent this! Keep respect even our heart feel hot like a fire. Just leave the discussion with a polite way. In our community, we have to select the right person before we ask advice from them, we need to see their background, educational background, live background (if we can find it) with whom their usually gather. In office, more or less, same way, we need to make sure that the person who will ask for advice has good record, good experiences, wise, open mind, positive thinking and as motivator.


As a Moslem, I always try to find a person who may give me a good advice, but I also try to find who may share the religion knowledge, to improve my religion knowledge and for sure, must follow Al Quran and Hadits, since Al Quran and hadits are the best (and the only) literature which may guide us to get after live in heaven.




Meminta Nasehat


Jangan pernah berhenti untuk belajar (hingga kita meninggal!). Jangan pernah merasa puas untuk mencari contoh2x baik dan jangan pernah berhenti untuk berusaha menjadi orang yang baik. Hargai satu sama lain.

Salah satu proses pembelajaran adalah mendapatkan nasehat dari orang lain. Hal ini salah satu cara tersulit. Mengapa? Kadang2x, kita merasa bahwa kita selalu benar dan orang lain salah. Anak muda selalu mengikuti yang lebih tua. Tidak, ini tidka benar 100%. Pada kenyataannya, kita menemukan hal yang berlawanan. Bisa saja di kemudian hari, atasan kita saat ini atau yang akan datang umurnya lebih muda dari anda! Suka atau tidak, kita harus menghadapinya.


Kita harus sadar, sebelum melakukan minta nasehat pada orang lain, tingkat kedewasaan kita harus pada level yang tinggi, kita diminta untuk mendengar, kita diminta untuk belajar dari seseorang yang akan memberikan masukan pada kita. Kita bisa bertanya pada orang yang lebih tua atau lebih muda untuk mendapatkan nasehat selama kita mendapatkan pembelajaran yang baik dari mereka. Jangan malu untuk bertanya, jangan terjebak pada situasi yang sulit yang kita ciptakan sendiri. Jadi hargai pendapatnya.


Ketika kita sudah siap untuk minta nasehat pada orang lain, kita harus membuka wawasan, membuka hati, membuka mata, membuka telinga, insya Allah, itu akan membantu dalam mengembangkan kita untuk menjadi orang yang lebih baik.

Sebagai contoh simple yaitu kegiatan audit. Seseorang atau beberapa orang akan melihat proses kita di departemen kita bekerja. Para auditor akan membandingkan prosedur tertulis dengan kegiatan kita. Para auditor akan memberikan nasehat berdasar pada peraturan yang ditetapkan. Jika kita tidak memiliki spirit membuka wawasan, percayalah, laporan audit akan membuat kita sedih, marasa marah atau tidak setuju dengan para auditor. Bagaimanapun juga, audit adalah audit, pekerjaan harus tetap berjalan, kita diminta untuk siap menghadapi, kita diminta untuk menyelesaikan temuan2x audit dan pada akhirnya akan menjadi lebih baik pada audit yang akan datang.


Contoh lain dari proses meminta nasehat diantara 2 orang, akan lebih baik bila kedua belah pihak membawa data, bisa berupa buku, hasil survey, data, sejarah, dll. Kemudian kita bisa menggunakan data2x itu untuk diperlihatkan satu sama lain dan jangan lupa, hargailah satu sama lain selama diskusi berlangsung. Setelah diskusi, kita mungkin setuju untuk satu hal atau tidak setuju. Maka, dengan tingkat kedewasaan akan terlihat pada situasi seperti ini, janganlah memaksa apa yang kita yakini kepada seseorang yang memiliki dasar cukup kuat terhadap apa yang dia yakini. Jika ini terjadi maka kita pelajari satu hal, bahwa setiap manusia di bumi ini memiliki hak untuk memilih apa yang mereka yakini. Dan untuk kita, pilihlah yang baik yang memungkinkan bisa kita laksanakan pada diri  kita sendiri.


Pada kenyataannya, adalah tidak mudah mendapatkan seseorang yang akan dimintai nasehat. Jika kita memilih yang salah, maka akan terjadi debat saat diskusi, hindari hal ini! Tetap hargai meskipun hati anda merasa panas seperti ada api membara. Tinggalkan diskusi dengan cara yang sopan. Pada komunitas kita, kita harus memilih orang yang tepat sebelum meminta nasehat, kita dimita untuk melihat latar belakangnya, baik pendidikan, kehidupan (jika kita bisa) kepada orang yang biasa kumpul dengannya. Di kantor, lebih kurang sama, kita diminta memastikan agar orang yang akan dimintai nasehat memiliki data yang baik, pengalaman yang baik, bijaksana, berwawasan luas, berfikir positif dan sebagai seseorang yang memberi semangat.


Sebagai seorang muslim, saya selalu mencari orang yang akan memberikan nasehat, tetapi saya juga mencari orang yang mau berbagi ilmu agamanya kepada saya sehingga saya bisa mengembangkan pengetahuan agama saya dan tentunya yang mengacu pada Al Quran dan hadits, karena Al Quran dan hadits adalah literatur terbaik (dan tidak ada lagi)  yang akan membimbing kita ke surga akhirat, insya Allah.

(see below for bahasa)


At the stage that we already stable doing something and we feel always to get good result, DO NOT stop to learn ! Do not feel that we are good or we already the best to do something. If we have this feeling, it is danger for us. It’s a serious one. It means, we already in dangerous area called comfort zone. How to face this condition? Yes, benchmarking is one of activity which may help us.


Benchmarking is a learning activity from others (from other person, from other company, etc), however, we need to understand our level before benchmarking conducted and we need to set the goal after benchmarking.

Benchmarking is the continuous process of measuring products, services and practices against the toughest competitors or those companies recognized as leaders (*)

* David T Kearns former President and CEO XEROX Corp.


Then benchmarking will help us:

  • Believe there is a need for change
  • Determine what we want to change
  • Create a vision of how we want to look after the change

Introspection to ourselves is a good spirit as the first step-stone to start and we realize that we need to learn something to improve.


We need to have good maturity before we conduct the benchmarking activity as learning. Why? Sometimes, we need to change our mind, we need to change our skill, we need to change our behavior after we finish benchmarking.

Benchmarking will not work if we do not want to change to get better and better.


For long term success:

  • People need to know what supposed to do it
  • People need to know how to do it
  • Remove the barriers
  • People need to be motivated to do it 

If we read the topics about learn from others, it is quite similar with benchmarking processes. We should know where we are and we should set our target to make it better in the future.


To get better live in the future and after live, as Moslem, we need to open our mind to compare with some who has better knowledge in religion. We to come to religion community which bring us to develop good environment, good relationship and for sure, as Moslem must follow Al Quran and Hadits to get our future live in heaven. So, related to religion activities, we must follow the rules, must follow the sample which shown through hadits via Rasul and His Friends. And now, compare what we already did, are we following them? Do we ready to change?






Pada level dimana kita sudah stabil melakukan sesuatu dan kita merasakan selalu mendapatkan hasil yang baik, JANGAN berhenti untuk belajar ! Jangan pernah merasa bahwa kita selalu sudah baik atau kita sudah terbaik untuk melakukan sesuatu. Jika kita sudah mempunya perasaan ini, sangatlah berbahaya untuk diri kita sendiri. Ini masalah serius. Ini artinya, kita sudah berada di area yang sangat berbahaya yang disebut area nyaman. Bagaimana untuk menghadapi situasi ini? Ya, membandingkan adalah salah satu aktifitas yang mungkin bisa membantu kita, insya Allah.


Membandingkan adalah aktifitas pembelajaran dari hal lain (dari orang lain, dari perusahaan lain, dll), namun, kita diminta untuk mengerti posisi kita berada pada level apa sebelum melakukan proses membandingkan dan kita diminta untuk men-set tujuan setelah kita melakukan proses membandingkan.

Membandingkan adalah suatu proses yang berkesinambungan dengan mengukur produk2x, pelayanan2x dan latihan2x dibandingkan dengan pesaing yang kuat atau perusahaan ternama atau diakui sebagai yang terbaik (*)

* Kutipan dari perkataan Kearns, mantan President dan CEO XEROX Corp.


Membandingkan akan membantu kita untuk:

  • Mempercayai bahwa kita perlu perubahan
  • Menentukan apa yang harus dirubah
  • Membuat visi yang akan membawa kita untuk melihat ke depan setelah perubahan

Intropeksi diri adalah semangat yang baik sebagai langkah awal dalam memulai dan kita sadar bahwa kita perlu belajar sesuatu untuk berkembang.


Kita diminta untuk memiliki kedewasaan yang baik sebelum melakukan proses membandingkan. Mengapa? Kadang2x kita diminta untuk merubah pola pikir, berubah dalam keahlian, berubah kelakuan setelah kita selesai melaksanakan proses membandingkan.

Proses membandingkan tidak ada akan bekerja jika kita tidak ingin untuk berubah ke arah yang lebih baik.


Untuk kesuksesan jangka panjang:

  • Manusia diminta untuk mengetahui apa yang harus dilakukan
  • Manusia diminta untuk tahu bagaimana melakukannya
  • Menghilangkan rintangan
  • Manusia diminta untuk selalu punya motivas untuk melakukannya 

Jika kita membaca topik2x tentang belajar dari orang lain, proses membandingkan ini cukup mirip prosesnya. Kita harus tahu dimana posisi kita saat ini dan kita harus berani men-set target untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.


Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik di masa depan dan kehidupan akhirat, sebagai seorang muslim, kita diminta untuk membuka wawasan atau pola pikir dan membandingan pada seseorang yang lebih baik dalam keilmuan beragama. Kita diminta datang pada pengajian2x yang akan membentuk suasana yang baik, hubungan yang baik dan tentunya, sebagai muslim, kita wajib mengikuti Al Quran dan Hadits Rasul untuk mendapatkan surga akhirat nantinya, insya Allah. Jadi, sehubungan dengan kehidupan beragama, kita harus mengikuti peraturan, kita harus mengikuti contoh2x yang ada pada hadits yang dilakukan oleh Rasul dan para sahabat2xnya. And sekarang, bandingkanlah apa yang sudah kita lakukan, apa kita mengikuti mereka? Apa kita siap untuk berubah?

(see below for bahasa)


Reading is another way to learn to know something, to follow a good thing and quite easy to copy the good action. Some person, reading is a hobby. Reading can be from books, magazine or newspaper, etc.


Currently, it is very easy to get the books, e.g. in book stores (in Gramedia, Gunung Agung, Konikuniya, Bother, etc), thousands of books that we can find and read it, we can use it as a learning point, e.g. learning about cooking, learning about politics, learning about history, learning about religion and other learning area. Or maybe we can try to find the books from library and we can go there and read or borrow it for certain of time.


If we have an internet connection at home, it’s easier, go to google.com, type the item that we want to know or want to read then click search, the google engine will search and help us to find the item with some link of homepage.

The gadget is quite supported by high tech now, say blackberry, no border for internet connection since it has the signal, and it will on for 24 hrs! Then we may open a homepage in bus, train or while we are waiting in restaurant, etc.


Before we start reading, we have to select what area that we want to learn. For the books, choose the good and famous author who already well known in specific area, such as Dale Carnegie, Steven Covey, Florence Littaure, Said Hawwa, Sayyid Sabiq, Ibnu Katsir and others.


When we are using the internet we can not count the author. Everyone can be an author, we have to be careful when we open the homepage, so many junk homepage, e.g. porno, racism, and others which are not recommended homepage to open.

If we have children, we need to monitor them during they use the internet. We just need to control them to prevent they open the bad homepage.


And now, when is a good time to read the book? It is depend on the person. Some person like to read after working hrs or weekend time or while in the bus/train/plane etc. Find the best time for us to read, key point to find the time to read is find the RELAX time. We have to focus when we are reading the book, if not, we can not find the power of the book’s content, otherwise, we just read and the content is not memorized in our head. To make more relax, some person will accompany by classic music during reading.


How to memorize the good things from the book that we read? Quite simple, we may use pencil, color marker (stabilo) or we may write down in your special pocket notes for the important things. When we use color marker, it is very useful if we use some color categories, e.g. red color for the very important things, green color for easy to do and good impact, etc.


Coz I’m a Moslem, the best book that I have to ready is Al Quran. Quran is not only a book. Quran is God’s words which will guide us to good things/explain the bad things, describe laws, sample from past live, current live and future live even after live. Quran is the “Standard Operation Procedure” how to reach our dream, our hope, our wish to live in heaven (after live).





Membaca adalah suatu cara belajar untuk mengetahui sesuatu, mengikuti yang baik dan cukup mudah untuk mencontoh tindakan2x yang baik. Beberapa orang, membaca adalah hobi. Membaca bisa dari mana saja, bisa dari buku, majalah, surat kabar bahkan internet.


Saat ini, sangat mudah untuk mendapatkan buku-buku, seperti di toko buku (di Gramedia, Gunung Agung, Konikuniya, Bother, dll), ribuan buku yang bisa kita temukan dan dibaca, bisa kita gunakan untuk langkah awal untuk belajar, contoh, belajar mengenai memasak, belajar tentang politik, tentang sejarah, tentang agama dan belajar hal lainnya. Atau mungkin kita akan mencoba untuk menemukan buku2x dari perpustakaan dan kita bisa pergi ke sana, membaca atau membaca untuk beberapa waktu.


Jika kita memiliki koneksi internet di rumah, sangat mudah, buka web google.com, ketik item yang kita mau ketahui atau mau dibaca, klik ikon cari, maka google engine akan mencari dan membantu kita untuk menemukan item yang kita cari disertai informasi jaringan yang berhubungan dengan item tersebut.

Alat bantu saat ini sangat didukung oleh teknologi tinggi, seperti blackberry, tiada batasan untuk jaringan internet selama ada signal, dan akan hidup selama 24 jam sehari! Maka kita bisa membuka internet di dalam bus, kereta api atau sedang menunggu di restaurant, dll.


Sebelum memulai untuk membaca, kita harus memilih area apa yang akan kita pelajari. Untuk membaca buku, pilihlah pengarangnya/penulisnya yang cukup terkenal pada areanya, seperti Dale Carnegie, Steven Covey, Florence Littaure, Said Hawwa, Sayyid Sabiq, Ibnu Katsir dan yang lainnya.


Ketika kita sedang menggunakan internet, kita tidak dapat menghitung berapa jumlah pengarang. Setiap orang bisa menjadi pengarang, kita harus berhati2x ketika membuka homepage, banyak sekali homepage yang buruk, seperti porno, rasis dan lainnya yang sangat tidak direkomendasikan untuk dibuka. Jika kita memiliki anak2x, kita diharapkan untuk mengawasi mereka ketika mereka sedang menggunakan internet. Kita diperlukan untuk mengawasi mereka untuk mencegah mereka untuk membuka homepage yang tidak layak tersebut.


Dan sekarang, kapan waktu yang baik untuk membaca buku? Itu tergantung pada orangnya. Beberapa orang senang membaca setelah bekerja atau saat liburan akhir minggu atau selama perjalanan di bis/kereta/pesawat dll. Carilah waktu yang tepat untuk membaca, kuncinya adalah cari waktu untuk SANTAI. Kita harus fokus saat sedang membaca buku, jika tidak, kita tidak menemukan kekuatan dari isi buku yang kita baca, sebaliknya, kita hanya baca and isi buku tidak merekam dalam ingatan kita. Untuk menambah santai, beberapa orang akan menggunakan music klasik sebagai teman membaca.


Bagaimana untuk mengingat apa isi buku yang sedang kita baca? Sangat mudah, kita bisa menggunakan pensil, pen warna (stabilo) atau kita bisa mencatat untuk suatu hal yang sangat penting pada sebuah catatan kecil. Ketika menggunakan pen warna, sangat membantu bila kita menggunakan warna dihubungkan dengan beberapa kategori, misal, warna merah untuk hal sangat penting, warna hijau untuk hal yang mudah dan menghasilkan hasil yang baik, dan warna-warna lainnya.


Karena saya seorang muslim, buku terbaik yang harus dibaca adalah Al Quran. Quran bukan hanya sekedar buku, tapi adalah perkataan atau wahyu Allah, yang akan membimbing kita pada hal yang baik/ menjelaskan hal yang buruk, menjelaskan hukum-hukum, contoh dari kehidupan masa lampau, kehidupan masa kini dan kehidupan yang akan datang bahkan kehidupan di akhirat. Quran adalah prosedur standard bagaimana untuk meraih mimpi kita, harapan kita, yaitu hidup di surga akhirat.

(see below for bahasa)


Sometimes we feel not confident or doubt or something that maybe we shy ask or to meet someone if we want to learn something, why? Coz, mostly we can not do it (yet). No worries, it is natural, we all only a human being, no one, nothing are perfect in the world except Allah The Greatest.


In our live, we may find a good person, maybe our friends, our brother(s), sister(s), our boss, even our staff and other relatives, then we start to meet them, have a chat (better in relax condition – lunch/dinner time, after office hrs with a cup of coffee) and ask about what we want to learn. Copy and learning about the good things, but, be careful, good for someone, it may not automatic good for us!


Why? Please consider about the experiences, ages, environment, situation and other parameters which may create good or bad impact to ourselves later.


Every person has a type about how to speak, how to walk, how to see, how to think, etc, select the good one, copy and learning about the good things will impact to us, and do it (try to implement) and please remember, BE YOURSELF or BE OURSELVES! 


The simple example from learning from other person:

  • Drive safely
  • Do not be late when you have a promise
  • Polite during speak to someone
  • Etc

As a Moslem, it is a must that I need to learn about our prophet Muhammad SAW, coz he was the best leader, the best husband and father, the best friend compare to all mind kind in this world (read Ar Rasul – author: Said Hawwa).



Pembelajaran dari orang lain 


Kadang-kadang kita merasa kurang percaya diri atau ragu yang mungkin karena malu untuk bertanya atau malu untuk menemui seseorang jika kita ingin belajar sesuatu, mengapa ? Karena kabanyakan kita belum mencoba untuk melakukan hal tersebut. Jangan kawatir, hal ini adalah biasa, kita semua hanya manusia biasa, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini kecuali Allah Maha Besar.

Di dalam kehidupan, kita mungkin menemui orang baik, mulai dari teman kita, saudara2x kita, atasan kita atau bisa jadi staff dan siapa saja, mulailah untuk menemui mereka, berbincang2xlah (lebih baik dalam suasana yang santai – waktu makan siang atau malam, setelah jam kerja dengan segelas kopi) dan bicarakanlah apa yang akan kita mau pelajari darinya. Contoh dan pembelajaran dari hal yang baik, tetapi berhati2x lah, baik untuk seseorang, belum tentu baik untuk kita ! 


Mengapa? Tolong disadari bahwa pengalaman2x, usia, lingkungan, situasi dan parameter2x lain yang akan berakibat baik atau buruk pada kita di kemudian hari.  Setiap orang memiliki tipe bagaimana cara berbicara, bagaimana cara berjalan, cara melihat, pola pikir, dll, pilih yang baik, contoh dan pelajari yang berakibat baik pada diri kita, dan lakukanlah (mencoba untuk melakukan) dan tolong diingat, JADILAH DIRI ANDA SENDIRI !

Hal yang mudah dari pembelajaran dari orang lain:

  • Berkendaraan yang aman
  • Jangan terlambat ketika anda punya janji
  • Sopan dalam berbicara dengan seseorang
  • Dll


Sebagai muslim, adalah suatu keharusan bahwa saya ingin belajar tentang nabi Muhammad SAW, karena beliau adalah pemimpin yang terbaik, beliau adalah suami dan ayah terbaik, beliau adalah sahabat yang baik bila dibanding dengan semua manusia yang ada di dunia ini (baca Ar Rasul – karangan Said Hawwa).

 (see below for bahasa)

An activity that everyone “CAN DO”.

Simple? Yes, learning by doing is one of the simple-way as a learning activity.

It started from we born !!

Don’t you believe?


After we born, who teaches us to get milk from our mom’s breast?

While we were about 1.5 years old, who teaches us how to walk?

And now, if we work in a company, we only got a short induction session from some departments, and short direction from our superior then we will start and do “learning by doing” when we finish our job.


The spirit of learning by doing is, “CAN DO” and want to try, take a risk.

However, I am a Moslem, than I believe, we got a change to do something by learning by doing coz Allah gives us a chance to do.



Pembelajaran sambil melakukan


Adalah sebuah aktifitas dimana siapapun bisa berkata “BISA DILAKUKAN

Mudah? Ya, pembelajaran sambil melakukan adalah salah satu cara mudah dalam aktifitas pembelajaran. Itu semua dimulai sejak kita lahir !!

Tidakkah anda percaya?


Setelah kita lahir, siapa yang mengajarkan kita untuk mendapatkan susu dari payudara ibu kita? Saat kita berumur 1.5 tahun, siapa yang mengajarkan kita untuk berjalan? Dan sekarang, jika kita bekerja pada sebuah perusahaan, kita hanya mendapatkan sesi pengenalan yang singkat dari beberapa departemen, dan sedikit arahan dari atasan kemudian kita akan memulai dan melakukan ”pembelajaran sambil melakukan” ketika kita sedang menyelesaikan pekerjaan.



Semangat dari pengalaman sambil melakukan adalah “BISA DILAKUKAN” dan ingin mencoba, serta berani mengambil resiko. Namun, karena saya seorang muslim, saya percaya, kita mendapatkan kesempatan untuk berubah dengan melakukan sesuatu melalui ”pembelajaran sambil melakukan” tidak terlepas dari ijin Allah yang memberikan kesempatan tersebut.